News

Komite Pemerintah Malaysia Bermitra dengan Lab Korea untuk Mengembangkan Blockchain Berasaskan Syariah

Laboratorium blockchain Korea Selatan IncuBlock telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan komite penasihat pemerintah Malaysia untuk pengembangan teknologi blockchain yang diizinkan berdasarkan hukum Syariah, dikutip dari berita lokal IT World melaporkan kemarin, 18 Juni. Teknologi Blockchain sebelumnya telah digunakan dalam hal pelacakan makanan halal, seperti pada PELACAK HALAL yang berbasis di Inggris, yang telah mulai menggunakan blockchain untuk melacak ternak dan makanan segar dari peternakan ke meja melalui rantai makanan halal.

 

Panitia, Majlis Perundingan Melayu (MPM), akan bekerja dengan mitra internasional IncuBlock dan MPM, Global Cornerstone Group, untuk berbagi pengetahuan dan mengembangkan platform blockchain dan aplikasi desentralisasi (DApp) yang akan memenuhi “persyaratan sosial” untuk dipertimbangkan pada status halal (diizinkan) oleh Komisi Syariah.

Berikut adalah pernyataan MPM:

“Saya akan berusaha keras untuk memanfaatkan pengetahuan tentang blockchain yang telah kami kumpulkan selama bertahun-tahun untuk mengembangkan platform blockchain Islam secara praktis.”

 

Status kehalalan ataupun keharaman Cryptocurrency pada perbankan Islam tidak dapat dijawab secara sederhana, karena Bitcoin (BTC) tidak didefinisikan secara konkret sebagai uang menurut Islam. Sehingga perlu adanya penelitian dan riset yang mendalam tentang penggunaan teknologi Blockchain untuk mencari jawabannya.

 

Pada bulan April, startup fintech yang berbasis di Indonesia merilis sebuah laporan yang menyatakan bahwa Bitcoin setidaknya “secara umum diizinkan” di bawah hukum Syariah, yang menyatakan bahwa penerimaan kripto yang luas, kurangnya kontrol oleh otoritas pusat, dan ketergantungan pada blockchain dapat membuatnya lebih aman. daripada sistem keuangan saat ini. Laporan ini diakhiri dengan memperingatkan masyarakat Islam untuk mewaspadai penipuan koin (ICO) korban yang memangsa umat Islam yang mempromosikan pengembalian tetap sebagai “investasi halal.”

 

Dato Hassan Binhmad, Ketua Komite Penasihat Pemerintah Malaysia (MPM), mengatakan dalam hal MOU bahwa ia berharap kolaborasi akan “mengarah pada pengembangan teknologi blockchain yang akan dipimpin oleh Malaysia dan digunakan di seluruh komunitas Islam.”

Kerjasama ini memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi sebagai perkembangan dan keniscayaan, dalam hal ini pada perkembangan teknologi Blockchain di zaman ini memang mendorong banyak pihak untuk menggunakannya disamping kebermanfaatan yang semakin komplelks atas perubahan juga untuk mencegah penyalahgunaan yang menimbulkan kerusakan kedepannya. Dalam hal ini, karena adanya persyaratan Halal dalam menggunakan Cryptocurrency seperti halnya hanya makanan halal yang boleh dimakan Umat Muslim. Maka kerjasama Malaysia- Korea Selatan ini kemungkinan menjadi kerjasama penelitian yang akan membongkar secara lebih  rinci tentang sistem teknologi Blockchain itu seperti apa, dan lebih condong ke arah Halal, atau Haram.  Selain itu juga menjadi pionir pembuka wawasan yang lebih luas bagi seluruh komunitas Muslim tentang kepastian hukum penggunaan Cryptocurrency.

 

https://cointelegraph.com/news/malaysian-gov-t-committee-partners-with-korean-lab-to-develop-sharia-compliant-blockchain

http://www.itworld.co.kr/news/109670

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s