Sejarah Berulang? Teknikal Analisis Pola Berulang Ethereum

Dalam pasar kripto , sejarah tidak terulang, tetapi berima.

Mengingat penguatan ether dan hampir 40 persen dalam harga sejak pertengahan September. Ternyata, struktur pasar ETH saat ini terhadap pasangan BTC-nya sangat mirip dengan struktur yang terbentuk di bawahnya pada bulan Desember 2017 sebelum lebih dari 400 persen naik .

Ada konsep yang dikenal sebagai “fraktal” dalam analisis teknis, yang pada dasarnya mengulang struktur pasar. Karena analisis teknis sebagian besar merupakan studi tentang perilaku investor, ada kasus untuk berteori bahwa struktur pasar berulang dapat menyelesaikan seperti yang terjadi di masa lalu.

Jika ini berhasil, maka titik support ETH / BTC akan bertindak sebagai indikator utama untuk pasangan USD dan untuk pasar altcoin pada umumnya. Karena mayoritas altcoin diprogram mengikuti token ERC-20 standar menggunakan blockchain Ethereum, ada korelasi positif antara kinerja ETH dan sisa pasar altcoin.

ETH / BTC dulu dan sekarang

eth-fractal-piece-728x425

Dalam grafik di atas, panel kiri mewakili dasar pasar 2017 untuk ETH / BTC setelah penurunan 84 persen dari harga tertinggi sepanjang waktu 0,1515 dan panel kanan mewakili struktur pasar saat ini yang bagian dasarnya adalah penurunan 82 persen serupa dari waktu Harga tertinggi.

Secara visual, dua struktur pasar terlihat serupa, tetapi ada tiga kesamaan yang patut ditelusuri di bawah ini.

 

Tertinggi lebih tinggi, terendah, dan 0,5 retracement

Membentuk rendah di atas rendah sebelumnya dikenal sebagai “higher low (HL)” dan merupakan pertanda momentum kenaikan pergerakan bullish. Selanjutnya, pola “higher high (HH)” juga menunjukkan bahwa pasar bullish menguat.

Pola HL-HH ini terbukti dalam kedua grafik pada kerangka waktu 4 jam dan menarik, pada titik rendah kedua yang lebih tinggi di kedua struktur terbentuk pada 0,5 Fibonacci retracement.

EMA dan Harga

Rata-rata pergerakan eksponensial (EMAs) dibuat dengan rata-rata harga suatu aset selama jangka waktu tertentu dan lebih menekankan pada informasi harga terbaru. indikator ini berguna untuk pedagang karena harga cenderung mencari dukungan atau resistensi pada EMA, dan semakin lama periode, semakin kuat pengaruhnya.

EMA 100 dan 200 periode disorot di kedua grafik karena cara harga bereaksi terhadap mereka sangat sebanding. Dalam kedua kasus, rasio ETH / BTC berjuang untuk menemukan penerimaan di atas EMA 200 (ungu). Harga jatuh kembali ke 100 EMA (kuning) di mana ia menemukan support dan membentuk lower low yang lebih tinggi.

Menariknya, sejarah berirama ini terjadi pada tingkat harga yang mendekati/ hampir sama.

 

Naiknya sudut pola Wedge
Rincian pola wedge naik dikonfirmasi awal bulan ini tampak mirip dengan yang kita lihat pada bulan Desember 2016.

Perlu dicatat bahwa rising wedge adalah pola pembalikan bearish dan diharapkan akan menghasilkan sell-off yang signifikan setelah konfirmasi. Namun, jika sell-off yang signifikan tidak terwujud, maka pasar bullish  biasanya akan kembali dengan kuat, seperti yang mereka lakukan pada bulan Desember 2017.

Hal yang sama mungkin terjadi saat ETH / BTC memantul 0,5 Fibonacci retracement, memberikan harapan kepada kenaikan trend market bahwa era kehancuran harga kripto saat ini akan segera berakhir.

ETH masih memiliki beberapa pembuktian untuk dilakukan, dan tidak ada jaminan bahwa ini akan bermain keluar, tetapi ini pasti akan menjadi sesuatu yang menarik yang tidak terungkap selama beberapa hari mendatang.

Source

Advertisements

Mengapa Indikator Exponential Moving Averages Merupakan Titik Support / Resistance Yang Terbaik

Apa itu ‘Exponential Moving Average – EMA’

Exponential moving average (selanjutnya, disebut EMA) adalah hampir sama seperti simple moving average (selanjutnya, disebut SMA), namun lebih banyak bobot yang ditimbang pada inputnya. Biasa juga dikenal dengan EMA “Tertimbang”. Jenis moving averages ini bereaksi lebih cepat terhadap perubahan harga daripada SMA.

BREAKING DOWN ‘Exponential Moving Average – EMA’

EMA 12 dan 26 biasanya paling populer, dan digunakan untuk membuat indikator seperti moving average convergence divergence (MACD) dan percentage price oscillator (PPO). Secara gamblang, EMA 50 dan 200 digunakan sebagai pengambil keputusan trend jangka panjang.

Capture
BTCUSD 4H dengan EMA50

Arti MA50

Moving Average 50 (50 MA) adalah garis yang terbentuk dengan mengambil harga penutupan rata-rata suatu pergerakan harga selama 50 hari terakhir. Ketika pasar dalam koreksi downtrend atau uptrend berkepanjangan, moving averages umumnya dilihat sebagai support dan resistance. Hampir semua situs penyedia jasa chart (tradingview & investing), memiliki MA50 sebagai indikator teknis yang wajib ada karena sangat umum digunakan oleh investor.

Menggunakan EMA

EMA biasanya digunakan bersamaan dengan indikator lain untuk mengkonfirmasi pergerakan pasar dan untuk mengukur validitasnya. Bagi para trader yang melakukan trading secara intraday/cepat, EMA sangat disarankan. Banyak trader yang menggunakan EMA untuk menentukan bias perdagangan. Misalnya, jika EMA pada grafik harian menunjukkan tren naik yang kuat, strategi intraday mungkin lebih tepat digunakan jangka panjang.

Memang bisa dikatakan semua moving averages (MA) adalah indikator support/resistance. Jika harga berada di bawah moving average, maka MA adalah resistancenya. Jika harga berada di atas moving average, maka MA adalah supportnya.

Mengingat bahwa volatilitas dalam kripto aset terbilang cukup tinggi – sehingga indikator ini cukup baik untuk digunakan. Jika kalian melihat harga berada di bawah moving averages, maka itu berarti tanda sedang bearish. Harga bergerak di atas moving averages, maka itu berarti tanda sedang bullish.

Harga < MA, MA = resistance.
Harga > MA, MA = support.

Sumber:

https://medium.com/thedailydose/why-ema-indicators-are-fantastic-support-resistance-points-6e234b484826

https://www.investopedia.com/terms/e/ema.asp

https://www.stocktrader.com/2011/06/22/common-market-support-resistance-levels/

 

Price Analysis: Komodo Coin Bisa Scalping Dengan Take Profit 1,2% (20 Juni 2018)

KMDBTC 4H Chart

Capture

Pukul 07:00 pagi tadi (20/6) KMDBTC mengalami koreksi yang cukup besar hingga 4,7%. Namun candle stick berikutnya menandakan akan mengalami rebounce yang mungkin 1-3%. Candle juga terlihat memantul setelah koreksi dan menembus lower band.

Pasang limit buy di harga 0.0002764 dengan limit sell di harga 0.0002797 (+1,2%) serta stop loss di harga 0.0002709.

Price Analysis: Bitcoin Gold Berpotensi Scalping Saat Rebounce Pada Lower Band 1,2% (18 Juni 2018)

BTGBTC 4H Chart

Capture

Sejak hari minggu malam (17/6) hingga hari ini (18/6) Bitcoin Gold telah mengalami koreksi yang cukup dalam dan menyentuh lower band. Sesaat lalu BTG memberikan sinyal rebounce dari lower band nya.

Kita bisa pasang limit buy pada 0.004887 dengan TP sebesar 1,2%. Dan selalu pastikan pasang SL sebesar 0,5-1%.

Technical Analysis: VIBETH Potensi Scalping 1,2% Menyentuh Lower Band

VIBETH 4H Chart

Capture

Dari chart 4H VIBETH terlihat candle stick telah mulai reversal dan rebounce dari lower band. Walaupun dari chart 4H kondisi VIBETH sedang bearish, namun setiap dia menyentuh lower band, selalu memantul konsisten 1-3% ke atas.

Pasang limit buy di harga 0.00018363, lalu pasang limit sell TP di harga 0.00018583. Selalu pasang SL 0,5-1%. And wait for next call..

Price Analysis: Scalping Bitcoin Di Harga $6284.5 Dengan Take Profit 1-3%

BTCUSD 4H Chart

Capture

Sejak tanggal 6 Juni lalu, BTC telah turun sebesar 16% hingga artikel ini dituliskan. Walaupun kondisi masih terlihat bearish, namun dengan indikator Bollinger Band (Technical Analysis: Mengenal Bollinger Bands Si Indikator Standar Deviasi) terlihat bisa dilakukan scalping dengan memanfaatkan pola rebounce/memantul dari lower band nya. Dari chart BTCUSD 4H bisa kita lihat bahwa setiap candle reversal ke atas menyentuh lower band, selalu mengalami rebounce dengan pola kenaikan sebesar 1-3%.

Pasang limit buy di harga $6284.5 atau tunggu hingga candlestick menyentuh lower band sekaligus ada konfirmasi bahwa akan mengalami reversal pattern lalu lakukan buy. Pasang limit sell dengan rentang profit 1-3%. Kami menyarankan 1,2% saja yang memiliki probabilitas terkena TP nya tinggi saat market dengan kondisi bearish seperti sekarang ini. Tidak ada 100% indikator/analisa yang tepat, namun bisa di antisipasi, sehingga pasang SL 1-2% dari harga beli kalian.

Price Analysis: SingularityNET Berpotensi Dilakukan Scalping Dengan Take Profit 1,2%

AGIBTC 4H Chart

Capture

Seperti yang kita tahu, SingularityNET baru saja listing di Binance exchange pada tanggal 5 Juni yang lalu semenjak masa ICO nya pada tanggal 22 Desember 2017. Hingga artikel ini dituliskan, kondisi AGIBTC 4H masih dalam keadaan bearish, namun bisa kita lihat bahwa setiap dia menyentuh lower band, selalu rebounce 1-3% ke atas sebelum kembali melakukan koreksi.

Lakukan aksi beli saat reversal candle menyentuh ke atas (crossing up) lower band atau sekarang di harga 0.00001805 lalu pasang limit sell jika harga menyentuh 0.00001826 (+1,2%). Worst case scenario, harga belum menyentuh TP, namun mengalami koreksi lebih dalam, sehingga pasang SL di harga 0.00001826 atau 0,5-1%.

Technical Analysis: Pergerakan Harga Zcash Yang Memantul Di Support (13 Juni 2018)

ZECBTC 4H Chart

Capture

Terlihat bahwa Zcash dalam timeframe 4H melakukan reversal up pada tanggal 12 Juni dini hari kemarin, lalu pada malam hari melakukan koreksi. Hingga artikel ini di tulis, Zcash telah menyentuh titik support kembali setelah koreksi tadi malam serta berpotensi kembali rebounce hingga ke harga 0.030158.

Lakukan aksi beli pada harga 0.029667 dan target poin di harga 0.030158 serta batasi kerugian di harga 0.028981. Jika menembus target poin, pasang trailing stop sebesar 1-2%.

 

Technical Analysis: NEOBTC 11 Juni 2018

Di tengah-tengah kondisi BTC yang sedang koreksi ini, masih ada coin yang memiliki potensi rebounce kedepan, salah satunya NEOBTC. Mari kita ulas bagaimana pergerakan NEOBTC ini kedepan.

NEOBTC 4H Chart

NEO telah turun dari harga tertingginya sejak delapan hari kemarin yaitu dengan total penurunan sebesar 10%.

Pada tanggal 5 Juni, NEO sempat hendak melakukan rebounce namun ternyata hanya sideways dan kemudian menjadi bearish kembali. Pada tanggal 10 Juni kemarin juga sempat melakukan reversal dari area supportnya, namun NEO kembali terkoreksi hingga menyentuh titik support terendahnya pada hari ini.

Dari chart 4H, posisi harga NEO berada pada area support. Dua candlestick terakhir pun telah membuat ekor yang panjang kebawah, hal ini berarti harga tidak kuat untuk terus turun dan mengindikasikan akan terjadinya pantulan ke atas.

Karena posisi harga NEO berada pada titik bawah support, kamu boleh membelinya sekarang dengan target poin di harga 0,006835 serta batasan kerugian (SL) di harga 0,006690. Tidak menutup kemungkinan NEO akan kembali ke harga 0,007100 sehingga jika telah menembus target poin di harga 0,006835, aturlah trailing stop sebesar 1-2%

Mengulas Volume Weighted Average Price (VWAP) Dalam JB Marwood Trading System

Jika kamu diberikan kesempatan untuk menggunakan satu indikator dalam menentukan keputusan jual/beli, kamu mau pilih indikator apa? VWAP?

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas sistem trading dengan menggunakan VWAP dalam dunia crypto beserta hasil risetnya JB Marwood.

VWAP?

“Even if you’re on the right track, you’ll get run over if you just sit there.”

Will Rogers

VWAP merupakan singkatan dari Volume Weighted Average Price. Kenapa sih bisa populer dikalangan investor? VWAP biasa digunakan sebagai support dan resistance dari sebuah coin, jikaharga berada di bawah indikator VWAP berarti coin tersebut sedang bearish, sebaliknya jika harga berada di atas indikator VWAP berarti coin tersebut sedang bullish. Trader juga biasanya membandingkan dengan beberapa timeframe berbeda (multi-timeframe) sebelum melakukan keputusan jual/beli.

Cara Menggunakannya?

Beli jika harga crossing up garis VWAP

Lakukan keputusan beli jika harga sudah crossing up indikator VWAP. Nah, jika setelah itu harga tetap berada di atas garis indikator VWAP, berarti kamu profit, sebaliknya jika ternyata setelah itu harga kembali crossing down garis indikator VWAP, siap-siap saja cut loss dengan menentukan support yang tepat.

Sekarang kita coba aplikasikan VWAP pada NEO/BTC dengan timeframe 15 menit:

Keputusan beli dilakukan saat body atau open candle melakukan crossing up terhadap garis indikator VWAP. Sedangkan saat body atau open candle melakukan crossing down terhadap garis indikator VWAP, berarti sinyal/keputusan jual/take profit harus segera dilakukan sebelum terjadi koreksi dalam.

Hasilnya?

JB Marwood telah melakukan backtesting terhadap strategi trading menggunakan indikator VWAP pada SPDR S&P 500 yang dapat dilihat pada artikel https://jbmarwood.com/vwap-trading-system/. Kedepan, kita akan melakukan backtesting juga terhadap salah satu crypto yang telah listing di Indodax.

Kesimpulan

Jadi kesimpulan apa sih yang dapat diambil dari riset yang dilakukan JB Marwood?

“The simpler it is, the better I like it.”

Peter Lynch

VWAP, bahkan tidak ada indikator yang benar-benar 100% tepat dalam mengeluarkan sinyal jual/beli, namun VWAP terbuktikan oleh Marwood bahwa backtesting yang dilakukan pada SPDR S&P 500 membuahkan hasil yang sangat bagus. Saat backtesting dilakukan pada saham Kraft Foods Group, Inc, didapatkan profit 33% dalam satu tahun pengamatan jika menggunakan timeframe 15 menit. VWAP juga ternyata membawa profit lebih jika dilakukan dengan timeframe 2 jam, hal ini dibuktikan dengan 20 saham yang mengalami profit juga dengan timeframe 2 jam. Semua hasil riset pasar saham yang dilakukan oleh Marwood dapat kalian akses di https://jbmarwood.com/vwap-trading-system/

Bagaimana di Dunia Crypto? Apakah Sama Sama Menguntungkan?

Well, dalam waktu dekat kita akan melakukan backtesting pada salah satu crypto asset yang telah listing di Indodax dengan strategi beli dan jual yang sama dengan JB Marwood, serta dengan multi-timeframe sehingga kita bisa melihat timeframe mana yang membawa profit lebih banyak dengan menggunakan strategi trading VWAP.

Technical Analysis: Mengenal Bollinger Bands Si Indikator Standar Deviasi

Bollinger Bands?

“A man is rich in proportion to the number of things he can afford to let alone.”

Henry David Thoreau

Siapa sih yang gak kenal sama Bollinger Bands? Yak indikator TA yang satu ini cukup terkenal di dunia crypto dengan mempertimbangkan standar deviasi dari suatu volatilitas coin. Indikator ini ditemukan oleh John Bollinger seorang TA yang cukup terkenal di tahun 1980an. Seperti yang kita tahu, Bollinger Bands memiliki upper band dan lower band. Biasanya, jika coin bergerak sangat volatil, upper/lower bands nya melebar, dan sebaliknya jika kurang volatil, bands akan menyempit. Keputusan beli/jual dapat dilihat dari upper/lower bands nya, bisa dikatakan sebagai support (lower) dan resistance (upper) nya.

Strukturnya?

Bollinger Bands punya tiga garis dalam indikatornya:

1. Middle Band, merupakan Simple Moving Average (SMA), biasanya SMA20. Trader lain juga ada yang menggunakan EMA sebagai konfirmasi trend.

2. Upper Band, merupakan K dari standar deviasi (K=2) bagian atas

3. Lower band, merupakan K dari standar deviasi bagian bawah.

Caranya?

Upper maupun lower band juga biasanya dianggap sebagai support resistance nya. Bollinger Bands sendiri cocok digabungkan dengan indikator non-onscillator, seperti pola candlestick maupun pola pergerakan chartnya. Bahkan biasanya juga digabungkan dengan indikator MACD serta RSI sebagai konfirmasi pergerakan trend. Jangan mengira indikator ini akan memprediksi 100% ke arah yang tepat, karena semua indikator tidak ada yang selalu tepat juga dalam memprediksi. Bahkan John Bollinger, si pencetus indikator ini juga menyarankan menggunakan indikator pendukung lainnya yang berbasis ‘price moving’ sebagai bahan konfirmasi pergerakan trend.

“If your broker or investment advisor is not familiar with the concept of standard deviation of returns, get a new one.”

William J. Bernsteins

Upper maupun lower band biasa digunakan para trader sebagai pengambilan keputusan beli/jual. Jadi kita harus menunggu pergerakan harga memantul dari lower/upper band, dan memasang target saat akan memantul kembali ke arah yang berlawanan. Dengan kata lain, jika harga memantul dari lower band, serta telah menembus middle band, berarti upper band adalah target harga kita. Sedangkan jika harga memantul dari upper band, serta menembus middle band, berarti lower band adalah target harga kita. Bollinger Bands juga dapat menentukan apakah coin ini berada di kondisi overbought atau oversold. Jika harga berada pada upper band, dapat dikatakan dalam kondisi overbought, jika harga berada pada lower band, berarti sedang dalam kondisi oversold.

Meskipun standar input Bollinger Bands (N=20, 2σ) sangat direkomendasikan oleh John Bollinger, namun kamu tetap dapat menggantinya dan menyesuaikan dengan pergerakan coin dan strategi trading kamu sendiri. John juga menyarankan jika kita mau menggunakan SMA50 berarti harus menggunakan 2.1σ, jika hendak lebih cepat yaitu menggunakan SMA10 serta 1.9σ. Tapi tetap sesuaikan input yang dimasukkan jika terjadi squeeze.

Apa Sih Sequeeze Itu?

Saat bands menyempit, hingga menyebabkan jarak antara bands dan moving average sangat dekat, hal ini dinamakan ‘squeeze’. Kondisi ini muncul biasanya saat coin sedang memiliki volatilitas yang sangat rendah. Di sisi lain, jika jarak antara bands dan moving average sangat lebar, ini berarti coin sedang memiliki volatilitas yang sangat tinggi. Seperti inilah yang dinamakan sequeeze itu:

Breakout

Dapat dikatakan breakout apabila candle harga menembus lower/upper band. Biasanya kondisi ini sering terjadi di coin-coin pump and dump. Breakout bisa terjadi karena akan ada event besar atau sedang berlangsungnya event tersebut, namun bisa dikatakan hal ini bukan murni sinyal keputusan beli/jual, hal ini sering juga disebut dengan anomali. Dengan begitu, John Bollinger tetap menyarankan melengkapi indikator ini dengan indikator price movement yang sejenis untuk menetapkan keputusan beli/jual. Ini adalah gambaran sinyal breakout yang palsu:

Kesimpulan

Akhirnyaa.. masuk bagian kesimpulan juga. Bollinger Bands bisa dikatakan indikator yang cukup efektif dalam trading crypto jika digunakan dengan tepat serta dilakukan penyesuaian terhadap pergerakan setiap coin. Upper & lower band menunjukkan seberapa besar volatilitas coin tersebut, karena upper & lower band berbasis perhitungan standar deviasi. Saat ada breakout yang tidak normal, bisa dikatakan sedang terjadi anomali atau adanya event terhadap coin tersebut. Breakout tidak boleh dianggap sebagai sinyal yang menunjukkan keputusan jual/beli, karena anomali saya kira bukan merupakan bagian yang dapat dilakukan TA. Breakout akan sangat sering ditemukan dalam coin-coin pumo & dump apalagi dengan standar input yaitu (N=20 dan K=2) jadi harus juga dilakukan penyesuaian-penyesuaian lebih lanjut yang sudah dijelaskan pada artikel di atas. Bollinger Bands bukan merupakan indikator yang dapat berdiri sendiri dalam menentukan keputusan beli/jual, kamu juga harus menggabungkan indikator lain seperti MACD atau RSI serta pergerakan trend melalui candlestick untuk menentukan keputusan beli/jual.

Sumber: https://medium.com/@priceinaction/bollinger-bands-or-why-they-are-so-popular-b5a3138c3abd